Rabu, 14 Oktober 2020

Configuring Rapid PVST+

 

 Configuring Rapid PVST+ 

 

1.Pastikan redundancy pada S1 dan S3 berjalan sesuai dengan fungsinya.
2. Dokumentasikan konfigurasi yang digunakan dalam membangun jaringan Rapid PVST+ (RPVST+).
3. Upload konfigurasi jaringan Rapid PVST+ yang telah berjalan kedalam blog.

konfigurasi : 

 Buat desain jaringan seperti berikut dan ikuti pengaturan IP Address, Subnet Mask dan Default Gateway dan VLAN pada addressing table. 

Desain :


Addresing Table :


 
Switch Port Assignment Specifications :



1. Konfigurasi S2 terlebih dahulu :

S2>enable

S2>configure terminal

S2(config)# interface range f0/6,f0/11,f0/18
S2(config-if-range)# switchport mode access
S2(config-fi-range)# no shutdown

2. Buat Vlans :

Menggunakan perintah yang sesuai, buat VLAN 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, dan 99 di semua swicth.

S1(config)# vlan 10
S1(config-vlan)# vlan 20
S1(config-vlan)# vlan 30
S1(config-vlan)# vlan 40
S1(config-vlan)# vlan 50
S1(config-vlan)# vlan 60
S1(config-vlan)# vlan 70
S1(config-vlan)# vlan 80
S1(config-vlan)# vlan 99

S2(config)# vlan 10
S2(config-vlan)# vlan 20
S2(config-vlan)# vlan 30
S2(config-vlan)# vlan 40
S2(config-vlan)# vlan 50
S2(config-vlan)# vlan 60
S2(config-vlan)# vlan 70
S2(config-vlan)# vlan 80
S2(config-vlan)# vlan 99

S3(config)# vlan 10
S3(config-vlan)# vlan 20
S3(config-vlan)# vlan 30
S3(config-vlan)# vlan 40
S3(config-vlan)# vlan 50
S3(config-vlan)# vlan 60
S3(config-vlan)# vlan 70
S3(config-vlan)# vlan 80
S3(config-vlan)# vlan 99
3. Tetapkan VLAN untuk beralih port :
Simpan konfigurasi Anda setelah menetapkan port switch ke VLAN.
S2(config)# interface f0/6
S2(config-if)# switchport access vlan 30
S2(config-if)# interface f0/11
S2(config-if)# switchport access vlan 10
S2(config-if)# interface f0/18
S2(config-if)# switchport access vlan 20
4. Verifikasi VLAN : 
Gunakan perintah  show vlan brief pada semua switch untuk memverifikasi bahwa semua VLAN terdaftar di tabel VLAN.

5. Tetapkan trunk ke VLAN 99.

S1(config)# interface range f0/1-4
S1(config-if-range)# switchport mode trunk
S1(config-if-range)# switchport trunk native vlan 99

S2(config)# interface range f0/1-4
S2(config-if-range)# switchport mode trunk
S2(config-if-range)# switchport trunk native vlan 99

S3(config)# interface range f0/1-4
S3(config-if-range)# switchport mode trunk
S3(config-if-range)# switchport trunk native vlan 99

6. Masukkan ip address :

S1(config)# interface vlan99
S1(config-if)# ip address 172.17.99.11 255.255.255.0

S2(config)# interface vlan99
S2(config-if)# ip address 172.17.99.12 255.255.255.0

S3(config)# interface vlan99
S3(config-if)# ip address 172.17.99.13 255.255.255.0

  7. Konfugurasi STP Mode :

S1(config)# spanning-tree mode rapid-pvst

S2(config)# spanning-tree mode rapid-pvst

S3(config)# spanning-tree mode rapid-pvst

 8. Konfigurasi Rapid Spanning Tree PVST+ :

S1(config)# spanning-tree vlan 1,10,30,50,70 root primary

S2(config)# spanning-tree vlan 1,10,20,30,40,50,60,70,80,99 root secondary

S3(config)# spanning-tree vlan 20,40,60,80,99 root primary

Verifikasi konfigurasi dengan perintah show spanning-tree.

9. Konfigurasi PortFast and BPDU Guard di S2 :

S2(config)# interface range f0/6 , f0/11 , f0/18
S2(config-if-range)# spanning-tree portfast
S2(config)# interface range f0/6 , f0/11 , f0/18
S2(config-if-range)# spanning-tree bpduguard enable
10. Verifikasi konfugurasi :
Gunakan perintah show run untuk memverifikasi konfigurasi. 









Rabu, 07 Oktober 2020

Konfigurasi Spanning Tree Protocol


    SPANNING TREE PROTOCOL

 

  Spanning Tree Protocol adalah protokol jaringan yang menjamin topologi jaringan bebas perulangan untuk penghubung Ethernet LAN. Fungsi dasat dari SPT adalah untuk mencegah pengulanagan penghubung dan radiasi siaran yang dihasilkan dari mereka.

 Berikut ini cara konfigurasi dari Spanning Tree Protocol :

1. Pertama buka paket tracer terlebih dahulu.

2. Buat skema jaringan seperti di bawah ini.

 



 
 
3. Berikut untuk settingannya : 

Konfigurasi switch S1

S1>en
S1#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
S1(config)#vlan 10
S1(config-vlan)#vlan 20
S1(config-vlan)#vlan 30
S1(config-vlan)#vlan 40
S1(config-vlan)#vlan 50
S1(config-vlan)#vlan 60
S1(config-vlan)#vlan 70
S1(config-vlan)#vlan 80
S1(config-vlan)#vlan 99
S1(config-vlan)#int range f0/1-4
S1(config-if-range)#switchport mode trunk
S1(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99
S1(config)#int vlan 99
S1(config-if)#ip add 172.17.99.11 255.255.255.0
S1(config-if)#no shut
S1(config)#spanning-tree mode rapid-pvst
S1(config)#spanning-tree vlan 1,10,30,50,70 root primary

 

Konfigurasi switch S2

S2(config)#int fa0/11
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 10
S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S2(config-if)#spanning-tree portfast
S2(config-if)#no shut
S2(config)#int fa0/18
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 20
S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S2(config-if)#spanning-tree portfast
S2(config-if)#no shut
S2(config)#int fa0/6
S2(config-if)#switchport mode access
S2(config-if)#switchport access vlan 30
S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable
S2(config-if)#spanning-tree portfast
S2(config-if)#no shut

S2(config-if)#vlan 10
S2(config-vlan)#vlan 20
S2(config-vlan)#vlan 30
S2(config-vlan)#vlan 40
S2(config-vlan)#vlan 50
S2(config-vlan)#vlan 60
S2(config-vlan)#vlan 70
S2(config-vlan)#vlan 80
S2(config-vlan)#vlan 99
S2(config-vlan)#ex
S2(config)#int vlan 99
S2(config-if)#ip add 172.17.99.12 255.255.255.0
S2(config-if)#no shut
S2(config-if)#ex
S2(config)#spanning-tree vlan 1,10,20,30,40,50,60,70,80,99 root secondary
S2(config)#spanning-tree mode rapid-pvst

 

Konfigurasi switch S3

S3>en
S3#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
S3(config)#vlan 10
S3(config-vlan)#vlan 20
S3(config-vlan)#vlan 30
S3(config-vlan)#vlan 40
S3(config-vlan)#vlan 50
S3(config-vlan)#vlan 60
S3(config-vlan)#vlan 70
S3(config-vlan)#vlan 80
S3(config-vlan)#vlan 99
S3(config-vlan)#int range f0/1-4
S3(config-if-range)#switchport mode trunk
S3(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99
S3(config)#spanning-tree mode rapid-pvst
S3(config)#spanning-tree vlan 20,40,60,80,99 root primary
S3(config)#int vlan 99
S3(config-if)#ip address 172.17.99.13 255.255.255.0
S3(config-if)#no shut

4. Selesai

 


 

 

Rabu, 30 September 2020

Konfigurasi Legacy inter-VLAN Routing

 

Konfigurasi Legacy inter-VLAN Routing

 

  InterVLAN adalah proses pembagian segmen pada jaringan lokal yang tujuannya yaitu untuk menghubungkan vlan yang berbeda network maupun ip. InterVLAN memerlukan perangkat yang dapat berjalan dengan layer 3, disini dengan menggunakan router sebagai penghubungnya. 

 
 Legacy Inter-Vlan Routing adalah metode untuk menghubungkan beberapa vlan ke router dengan masing-masing vlan menggunakan satu interface.

 Berikut langkah - langkah konfigurasi Legacy Inter-Vlan Routing :
 
 1. Pertama buka aplikasi Cisco Packet Tracer terlebih dahulu.
 
 2. Buatlah skema jaringannya seperti gambar dibawah ini :
 
 


3. Setting Konfigurasi pada PC

a. PC 0
- Klik PC0
- Klik Deskop
- Klik IP Configuration
- Ketikkan konfigurasi IP seperti di bawah ini :
IP Address                   : 192.168.1.17
Subnet Mask                : 255.255.255.0
Default Gateway          : 192.168.1.1 
 

 
b. PC1
- Klik PC1
- Klik Deskop
- Klik IP Configuration
- Ketikkan konfigurasi IP seperti di bawah ini :
IP Address                   : 192.168.2.17
Subnet Mask                : 255.255.255.0
Default Gateway          : 192.168.2.1

 

4. Setting Konfigurasi pada Switch
- Klik Switch0
- Klik CLI
- Ketikkan konfigurasi seperti di bawah ini :
Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name VLAN10
Switch(config-vlan)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name VLAN30
Switch(config-vlan)#exit
Switch(config)#interface range fastEthernet 0/1, fastEthernet 2/1
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#interface range fastEthernet 1/1, fastEthernet 3/1
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 30
Switch(config-if-range)#exit
Switch(config)#exit
Switch#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
5. Setting Konfigurasi pada Router
- Klik Router0
- Klik CLI
- Ketikkan konfigurasi seperti di bawah ini :
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface fastEthernet 0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface FastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#exit
Router#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
6. Tunggu beberapa saat hingga proses selesai (nb : bulatan yang berwarna merah berubah warna menjadi hijau).

7. Cek koneksi jaringan pada masing-masing perangkat ke perangkat lainnya

8. Selesai.




Rabu, 23 September 2020

PERBEDAAN MODEL KEAMANAN JARINGAN WIRELESS

 Di jaman sekarang ini, semua orang tahu akan jaringan wireless. Jaringan wireless merupakan suatu jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghubungnya. Sehingga tidak memerlukan kabel lagi untuk menghubungkan dua atau lebih komputer pada jaringan wireless.

 Alasan orang - orang menggunakan wireless adalah karena lebih praktis menggunakan untuk membuat sebuah jaringan dibandingkan menggunakan kabel.

 Untuk mengamankan jaringan wireless diperlukan sebuah keamanan jaringan, Berikut model - model keamanan jaringan wireless.


1. WEP (Wired Equivalent Privacy)

WEP adalah secury untuk wireless yang agak lama. Model keamanan ini merupakan standar keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke klien maupun access point dan WEP mempunyai standart 802.11b. 

 WEP merupakan sistem keamanan yang lemah. Namun WEP dipilih karena telah memenuhi standar dari 802.11 yakni :
  • Exportable
  • Reasonably strong
  • Self-Synchronizing
  • Computationally Efficient
  • Optional.
 Fungsi WEP

 WEP ini dapat digunakan untuk verifikasi identitas pada authenticating station. WEP juga dapat digunakan untuk data encryption.

 
Kelebihan WEP

 Saat user hendak mengkoneksikan laptopnya, user tidak melakukan perubahan setting apapun, semua serba otomatis, dan saat pertama kali hendak browsing, user akan diminta untuk memasukkan Username dan password Hampir semua komponen wireless sudah mendukung protokol ini. 


Kelemahan WEP 

 Ialah Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.WEP menggunakan kunci yang bersifat statisMasalah initialization vector (IV) WEP Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32).



2. WPA (Wi-Fi Protected Access)

 Suatu sistem yang  digunakan untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metode ini untuk melemgkapi sistem keamanan yang sebelumnya, yaitu WEP. WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer 802.11i. Nantinya WPA akan lebih banyak digunakan pada implementasi keamanan jaringan nirkabel. 
 
 Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu berubah secara dinamis. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit, seperti yang dimiliki teknologi WEP, TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah mekanisme enkripsi.
 
 Kelebihan WPA 

 Meningkatkan enkripsi data dengan teknik Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). enkripsi yang digunakan masih sama dengan WEP yaitu RC4, karena pada dasarnya WPA ini merupakan perbaikan dari WEP dan bukan suatu level keamanan yang benar – benar baru, walaupun beberapa device ada yang sudah mendukung enkripsi AES yaitu enkripsi dengan keamanan yang paling tinggi.

Kekurangan WPA
 
 Kelemahan WPA sampai saat ini adalah proses kalkulasi enkripsi/dekripsi yang lebih lama dan data overhead yang lebih besar. Dengan kata lain, proses transmisi data akan menjadi lebih lambat dibandingkan bila Anda menggunakan protokol WEP Belum semua wireless mendukung, biasanya butuh upgrade firmware, driver atau bahkan menggunakan software tertentu.

3. WPA2

 WPA2 adalah sertifikasi produk yang tersedia melalui Wi-Fi Alliance. WPA2 Sertifikasi hanya menyatakan bahwa peralatan nirkabel yang kompatibel dengan standar IEEE 802.11i. WPA2 sertifikasi produk yang secara resmi menggantikan wired equivalent privacy (WEP) dan fitur keamanan lain yang asli standar IEEE 802.11. WPA2 tujuan dari sertifikasi adalah untuk mendukung wajib tambahan fitur keamanan standar IEEE 802.11i yang tidak sudah termasuk untuk produk-produk yang mendukung WPA.

 Sedangkan WPA2-PSK adalah security terbaru untuk wireless, dan lebih bagus dari WEP dan WPA-PSK, tetapi masih bisa untuk dicrack atau disadap tetapi memakan waktu yang sangat lama. Dalam WPA2-PSK ada dua jenis decryption, Advanced Encryption Standard (AES) dan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). TKIP banyak kelemahan oleh itu lebih baik anda gunakan AES. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama dengan 64 hexadecimal atau ASCII(seperti biasa).


4. HOSTPOT LOGIN 

 Hotspot adalah lokasi fisik dimana orang dapat mendapatkan akses Internet, biasanya menggunakan teknologi WI-FI, melalui jaringan area lokal nirkabel (Wireless Local Area Network, disingkat WLAN) menggunakan router yang terhubung ke penyedia layanan internet (Internet Service Provider, disingkat ISP).

 Hotspot biasanya banyak ditemukan di tempat - tempat umum seperti : bandara, toko buku, cafe, rumah sakit,  restoran, supermarket, dan stasiun kereta api. Selain itu, sekolah - sekolah dan universitas juga mulai menyediakan fasilitas hotspot untuk siswa/mahasiswa mereka. 

 Ada juga perusahaan yang menyediakan hostpot untuk keperluan komersil di beberapa tempat  salah satunya WIFI.ID milik telkom.


5. MAC ADDRESS FILTERING

 MAC Address Filtering merupakan metode filtering untuk membatasi hak akses dari MAC Address yang bersangkutanHampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. MAC filters ini juga merupakan metode sistem keamanan yang baik dalam WLAN, karena peka terhadap jenis gangguan seperti:pencurian pc card dalam MAC filter dari suatu access pointsniffing terhadap WLAN. 

 Fungsi MAC Filter
MAC filter fungsinya untuk menseleksi komputer mana yang boleh masuk kedalam jaringan berdasarkan MAC Address. Bila tidak terdaftar, tidak akan bisa masuk ke jaringan MAC filter Address akan membatasi user dalam mengakses jaringan wireless. Alamat MAC dari perangkat komputer user akan didaftarkan terlebih dahulu agar bisa terkoneksi dengan jaringan wireless.

Kelemahan MAC Filter
MAC Address bisa di ketahui dengan software kisMAC. Setelah diketahui MAC Address bisa ditiru dan tidak konflik walau ada banyak MAC Address sama terkoneksi dalam satu AP.






Senin, 06 April 2020

XHTML


XHTML for Mobile Commerce


a. Markup language



 

 Markup language adalah sistem modern untuk menganotasi dokumen dengan cara yang secara sintaksis dibedakan dari teks. Ide dan terminologinya berawal dari "memandai" naskah, yaitu petunjuk revisi oleh editor, yang secara tradisional ditulis dengan pensil biru pada naskah penulis. Contohnya instruksi cara penulisan seperti yang ditemukan pada dokumen-dokumen dalam bentuk troff. Tex, dan LaTex, atau struktur penanda seperti pada tag XML. Markah menginstruksikan perangkat lunak untuk menampilkan teks guna melakukan tindakan yang tepat, tetapi tidak tampak pada versi teks yang ditampilkan kepada pengguna. Beberapa bahasa markah seperti HTML, memiliki pra-didefinisikan semantik presentasi, yang berarti bahwa spesifikasi mereka mengatur bagaimana data terstruktur yang akan disajikan. Sementara yang lain, seperti XML, tidak mengatur hal tersebut.
Bahasa markah yang sering digunakan adalah HyperText Markup Language (HTML), salah satu format dokumen World Wide Web. HTML, yang merupakan turunan dari SGML (meskipun, ketat, tidak mematuhi semua aturan SGML), berikut banyak konvensi markah yang digunakan dalam industri penerbitan dalam komunikasi kerja dicetak antara penulis, editor, dan printer.
Contoh, untuk membantu menunjukkan bagaimana isi tersebut musti tampak, mungkin mempunyai tag, yang ditandai dengan tanda “<“ dan “>”, yang berarti “benda” tertentu. Jika ingin menampilkan huruf tebal (bold) mungkin menggunakan <b>. Jika ingin “italic” mungkin menggunakan <i>.

 - Evolusi  Markup Language untuk Microbrowser
 
  •  Generasi pertama WAP telah menetapkan Wireless Markup Language versi 1 (WML 1.x) sebagai bahasa bagi pembuatan aplikasi dalam lingkungan nirkabel (Wireless Application Environment).
  • Sejak dikeluarkannya WAP 2.0 telah ditetapkan bahasa dasar untuk pembangunan aplikasi Wireless Environment (WAE) adalah eXtensible HTML (XHTML) dan Style Cascading Sheet (CSS) yang telah dicapai atas kerjasama WAP Forum dan W3C, sehingga  dikeluarkan XHTML for Mobile (XHTML MP) dan CSS  WAP. Penggunaan XHTML MP dan CSS memperkuat  posisi mobile browser dalam percaturan internet dan memberikan fasilitas untuk pengembangan dalam desain presentasi halaman “web” pada microbrowser.

b. WML


 


 Wireless Markup Language (WML) adalah bahasa markup yang digunakan untuk mengimplementasikan WAP. Dokumen WML berbasis XML, di mana versi terbarunya adalah versi 1.0. WML harus mempunyai DTD (Document Type Definition),  Versi terakhir WML adalah versi 2.0 yang dikeluarkan berkenaan dengan dikeluarkannya WAP 2.0 menggantikan generasi sebelumnya WAP 1.x.
 WLM 2 (WML 2.0) adalah perluasan dari XHTML MP yang diperoleh dengan menambahkan fitur-fitur khusus WML 1 untuk mencapai kompatibilitas dengan aplikasi terdahulu (dalam bahasa WML1). Proses transformasi agar memudahkan konversi, mislnya nama tag dan atributnya dari WML1 ke XHTML MP., WAP 2.0 menyediakan model transformasi, menggunakan eXtensible Stylesheet Language Transformation (XSLT), yang akan mengijinkan naskah-nasakah dalam bahasa WML1 untuk diubah ke dalam WML2 yang mana akan beroperasi pada browser baru yang mungkin tidak mendukung WML1.
 Transmisi WML 1 memerlukan proses enkode oleh gateway. Sedangkan, XHTML tidak memerlukannya.Isi dikirim langsung baik melewati atau tidak melewati gateway kepada klien. Karena WML 1 yang ada masih digunakan, browser yang mendukung WAP 2.0 dapat menampilkan kedua isi baik dalam XHTML MP ataupun WML 1.x.


c. HTML

 Hypertext Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegrasi. Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan disimpan dalam format ASCII normal sehingga menjadi halaman web dengan perintah-perintah HTML. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML dibuat oleh kolaborasi Caillau TIM dengan Berners-lee Robert ketika mereka bekerja di CERN pada tahun 1989 (CERN adalah lembaga penelitian fisika energi tinggi di Jenewa). HTML
menjadi bahasa resmi World Wide Web. 
 Perbedaan HTML dan XHTML :
  • Elemen XHTML harus tersusun secara benar (properly nested).
  • XHTML merupakan dokumen yang “well-formed”.
  • Nama tag harus menggunakan huruf kecil.
  • Semua elemen XHTML harus memiliki penutup.
 XHTML sendiri ada 3 jenis doctype yaitu :
  • XHTML Strict.
  • XHTML Ttradisional.
  • XHTML Frame.
  Total ada 28 perintah di HTML salah satunya adalah marquee yang berfungsi untuk menggerakkan kalimat.


d. WAP CSS

 Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengatur beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman.
Sama halnya styles dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa berkas (file).[1] Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML.
  CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna bagian tubuh pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri, kanan, atas, bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.
 Dengan kata lain CSS merupakan penggambaran bagaimana sebuah naskah dipresentasikan pada layar (browser). Selain mengammbarkan, CSS juga  memisahkan presentasi dari isi naskah, yakni suatu perubahan yang dibuat dalam CSS tanpa mengubah naskah (XHTML) akan mengubah secara otomatis bentuk presentasi pada layar.
Baik CSS atau XHTML haruslah valid jika tidak akan muncul pesan error. 


e. Browser, Tool dan Server

 1. Web Browser Standar
XHTML MP dapat ditampilkan dengan baik dalam banyak web browser standar dan tentu saja pada mobile browser (microbrowser).
- Internet Explorer
XHTML telah terbukti ditampilkan dengan baik dalam Internet Explorer versi 5 ke atas.

- Netscape Navigator
Netscape Navigator versi sebelum 6.0 memiliki banyak masalah dalam implementasi CSS.

2.  Tool untuk Membangun Aplikasi WAE
 Ada banyak sekali WAP  Software Development Kit (WAP SDK) yang gratis dan dapat didownload dari internet dan dipasang pada lingkungan Windows maupun Linux/Unix. WAP SDK memiliki antar muka yang mensimulasikan sebuah ponsel, sehingga pengguna dapat melakukan pengujian atas aplikasi yang dibangun secara realistis. 

  • OpenwaveSDK 5.1
 Open wave SDK adalah tool untuk membuat aplikasi nirkabel yang dibuat Openwave. SDK tersebut mengandung editor dan simulator untuk memfasilitasi pembuatan, editing, previewing dan testing untuk aplikasi internet mobile.  SDK terakhir versi 5.1 menyediakan editor khusus untuk pembuatan naskah dalam berbagai jenis markup language seperti XHTML MP, WCCsm/., WML dan HDML, bahasa scipting WMLScipt, juga mendukung teknologi terakhir dalam WAP seperti push. Dalam SDK ini dapat menguji aplikasi yang menggunakan gateway yang dimiliki SDK yang terdapat dalam server simulator.

  • Nokia Mobile Internet Toolkit
 Pada toolkit ini pengguna dapat membuat DTD sendiri dan menyediakan peringatan untuk mengingatkan bahwa suatu naskah melebihi batas ukuran bytenya untuk batas standar berbagai telepon Nokia atau melebihi satu ukuran byte yang dapat ditentukan sendiri. Toolkit memiliki banyak sekali fitur yang mendukung teknologi nirkabel seperti Push, Messaging seperti MMS, WTAI dan sebagainya. Dapat membuat mengecek well-formed dan validitas naskah. Toolkit ini memerlukan spesifikasi hardware computer minimal prosesor 300 MHz dan RAM 12 MB.
  
  • Tool Validasi XHTML W3C
    W3C menyediakan sebuah layanan validasi XHTML(XHTML Validator) secara online. Caranya
    pengguna mengirimkan naskah tersebut. Jika tidak valid maka menghasilkan pesan error.
3.   Web Server

  • Konfigurasi Server Tipe MIME
Ketika sebuah browser menerima satu naskah dari erver, browser tersebut harus dapat membedakan antara berbagai jenis ini dalam naskah tersebut, apakah data citra (image), HTML, audio atau video. Untuk memungkinkan, setiap jawaban (response) dari web server dilengkapi dengan sepotong informasi dalam header response tersebut untuk setiap file yang dating kepada browser. Potongan informasi disebut sebagai MIME (Multipurpose Internet Mail Extension) Untuk memungkinkan Web server mengolah naskah WAP, maka pengguna harus mengkonfigurasi web server untuk menyetel tipe MIME untuk setiap jenis file baru. Berikut ini dua tabel yang menunjukkan tipe MIME yang harus pengguna masukkan untuk isi WML dan XHTML.




f.  Isu Lain yang Berhubungan dengan XHTML
 
  • Softkey
    Softkey adalah instruksi yang muncul pada layar ponsel dan dapat dipilih dengan menekan tombol yang tersedia dibawahnya pada papan tombol. Softkey berbedabeda dalam tiap-tiap jenis ponsel bergantung pada penetapan dari produsen ponsel tadi. Misalnya pada simulator dari Openwave, softkey sebelah kiri adalah Select, Ok atau Done, atau berisi title elemen yang disorot dalam halaman yang sedang ditampilkan, softkey sebelah kanan sering kosong atau berisi format text yang muncul dalam input text.

     
    Gambar Softkey